Kurang lebih sudah 2 tahun kita berjalan dalam proses Pemanggilan Calon Pendeta GKSBS dengan basis pelayanan di GKSBS Metro. Ketika pada tahun 2023 Majelis Jemaat mulai merancang proses ini dengan membawa pemahaman bahwa ketika Pdt. Yohanes Fajar Handoyo, S.Th nanti memasuki emeritasi, GKSBS Metro telah memiliki seorang Pendeta baru. Harapan ini cukup sederhana, bahwa estafet itu bukan hanya langsung diteruskan tetapi juga ada waktu sekitar 3 tahun bagi Pendeta baru untuk bersama-sama dengan Pdt. Yohanes Fajar Handoyo, berjalan beriringan bersama. Keinginan ini ditindaklanjuti oleh Majelis Jemaat dengan membentuk Panitia Pemanggilan Pendeta yang diketuai oleh dr.Tri Harjanto.
Tidak lama dari situ, MJ GKSBS Metro bersama Panitia kemudian merancang anggaran dan pendapatan untuk proses pemanggilan ini. Munculah angka lebih kurang 236 juta untuk keseluruhan proses yang meliputi perkenalan, orientasi, pembimbingan aplikasi, pembimbingan peremtoar dan ujian peremtoar. Dalam postur anggaran ini juga sudah termasuk beban biaya hidup calon Pendeta sampai pada ibadah emeritasi, penyewaan rumah untuk pastori hingga 2029, dan penyediaan kendaraan sepeda motor. Bagaimana dengan rancangan pendapatannya? Majelis Jemaat memutuskan ditanggung bersama setiap Kepala Keluarga. Metode guyup dalam kebersamaan dalam persekutuan. Bagi saya sendiri, ada nilai (value) yang tidak nampak terlihat yang bisa dibangun dari metode ini adalah memberikan diri dan potensi yang dimiliki sebagai pribadi yang berserah pada Allah. Meyakini bahwa penyertaan Tuhan akan memberi jalan keluar bagi setiap rencana yang diserahkan kepadaNya.
Grasia Theo Osvaldo, S.Si, seorang alumni STFT Jakarta dan berjemaat di GKJ Tanjung Priuk kemudian menjadi Calon Pendeta. Setiap proses dilalui dan diputuskan. Evaluasi perkenalan dan evaluasi orientasi yang merupakan domain Majelis Jemaat seutuhnya kemudian memutuskan bahwa proses berjalan terus. CPdt. Grasia Theo Osvaldo kemudian memasuki masa pembimbingan aplikasi dan peremtoar yang dalam tahap ini prosesnya berada di Majelis Pimpinan Sinode GKSBS. Majelis Jemaat menyerahkannya kepada MPS. Semua berjalan baik, meskipun ada beberapa proses yang harus ditambah waktunya, sampai dilaksanakan ujian aplikasi. Ada hal yang teraduk dalam pikiran yang minta untuk diendapkan. Jika demikan, apa selanjutnya? Pertanyaan ini cukup mewakili sedimentasi endapan itu. Dalam hal Pembimbingan Peremtoar, tentu saja dengan “pemetaan potensi” apa yang sudah ada dan apa yang perlu dikembangkan, Majelis Jemaat kemudian mencoba untuk memberikan analisis dan masukan kepada MPS tentang pembimbing karena ini menentukan juga tempat live in. Pemetaan potensi ini berangkat dari proses-proses sebelumnya sampai pada ujian aplikasi.
Maka jika muncul pertanyaan mengapa CPdt. Grasia Theo Osvaldo, S.Si harus jauh-jauh ke Seluma Bengkulu untuk pembimbingan spiritualitas, dan ke Way Hitam Belitang untuk pembimbingan Kesaksian dan Pelayanan, itulah hasil dari pengendapan itu. Pemetaan potensi. Atau bahkan mungkin ada pertanyaan yang lebih tajam, “calon Pendeta Metro kok pembimbingan di jemaat desa?”. Jawaban dan alasannya sama. Ini tentang bagaimana memberikan view yang luas dan melengkapi kapasitas pelayanan dan kepercayaan diri. Unsur penting menjadi Pendeta.
Pada 26 Agustus 2026, Ujian peremtoar bagi CPdt. Grasia Theo Osvaldo, S.Si dilaksanakan. Ada 4 mata bimbingan yang sudah dibuatkan pepernya, diujikan. Di tahap peremtoar ini pun melibatkan penguji yang dari anggota Majelis Jemaat. Jadi masing-masing materi terdiri dari 3 penilai, yaitu nilai (peper) bimbingan oleh pembimbing, nilai uji oleh pendeta pembimbing yang bukan dari materi pembimbingannya sendiri, dan juga nilai uji dari penguji yang ditunjuk dari anggota majelis Jemaat. Calon Pendeta diberikan waktu 15 menit untuk mempresentasikan pepernya, kemudian 2 orang penguji masing-masing diberikan waktu 25 menit untuk bertanya dan mempertajam pemahaman, dan ada 10 menit bagi peserta Musyawarah majelis Jemaat yang berjabatan gerejawi yang diberi kesempatan untuk memberi tanggapan dan masukkan. Nilai-nilai ini kemudian dijumlahkan dan dibuat rata-ratanya untuk menentukan total nilai ujian peremtoar. Nilai total ujian peremtoar ini kemudian dijumlahkan dengan nilai total saat ujian aplikasi dan dibagi 2. Nilai akhir inilah yang menentukan CPdt. Grasia Theo Osvaldo dinyatakan lulus dan layak untuk ditahbisan menjadi Pendeta GKSBS dengan basis pelayanan di Jemaat GKSBS Metro.
Mas Theo, selamat atas kelulusan ini. Selamat menghidupi panggilanmu. Selalu ingat lukisan yang Anda buat ketika merefleksikan perjalanan prosesmu. Itu sangat menginspirasi. Panggilanmu akan selalu berkelindan dengan kasihNya yang selalu menyertai. Jika ada kalimat pendek yang harus saya sebutkan, tak lain dan tak bukan adalah : HIDUPI PANGGILANMU.
___

Penulis : Dkn. Dwi Setyo Harjanto


Leave a Reply