Menghidupi Panggilan, Menjaga Harapan

•

Bukan seberapa megah gedung tempat umatnya berkumpul, melainkan seberapa jujur gereja itu merawat kebersamaan dan menyiapkan generasi penerus pelayannya, secara sederhana inilah ukuran hidup sebuah gereja. Bagi jemaat GKSBS Metro sebuah momen penting itu sudah di depan mata. Tepat pada Rabu, 14 Oktober 2026 mendatang, jemaat GKSBS Metro bersiap menyambut hari yang istimewa—ya..penahbisan Grasia Theo Osvaldo, S.Si.,Teol sebagai pendeta jemaat. Kehadiran seorang pendeta muda di tengah jemaat tentu bukan sekadar menyiapkan regenerasi pelayan/ pemimpin jemaat di mimbar gereja. Ini tentang semangat baru dan kesiapan gereja untuk terus hidup menghadapi zaman yang terus berubah.

Jika kita sejenak menengok ke belakang, penahbisan di bulan Oktober ini bukanlah sesuatu yang instan. Perjalanan Mas Theo—panggilan akrabnya yang merupakan lulusan STFT Jakarta—menuju hari penahbisan ini ternyata memakan waktu kurang lebih dua tahun penuh. Sejak Majelis Jemaat GKSBS Metro mulai memprogramkan pemanggilan pendeta pada tahun 2023 dengan langkah-langkah yang hati-hati dan penuh pergumulan. Dari mulai masa perkenalan di pertengahan 2024 hingga Ujian Peremtoar Agustus lalu. Proses panjang ini sekaligus menunjukkan bahwa GKSBS Metro dalam mencari dan mempersiapkan pelayannya yang tidak hanya pintar secara teori teologi, namun juga mental yang siap berproses dan tahan banting di tengah jemaat nantinya.

Menjadi pendeta di Jemaat GKSBS Metro tidak cukup hanya dengan berdiri di mimbar dan menyampaikan khotbah yang bagus. Lebih dari itu seorang pendeta dituntut luwes, mau mendengar keresahan harian jemaat—mulai dari urusan ekonomi, dinamika sosial, hingga pergumulan hidup anak-anak muda di tengah arus modernitas. Pendeta di sini harus mau berjalan berdampingan, bukan berjalan di depan sendirian. Menjelang hari penahbisan, ada satu kalimat sederhana yang juga sebuah judul refleksi perjalanan proses pemanggilan pendeta bagi Mas Theo: “Hidupi panggilanmu Mas!”

Terkadang, panggilan kependetaan dilihat orang sebagai jabatan yang terhormat atau mentereng. Padahal, esensi aslinya jauh dari itu. Penahbisan adalah kesediaan untuk menyerahkan diri sepenuhnya pada jalan pengabdian yang sunyi tapi mulia. Menghidupi panggilan berarti siap ikut menangis saat jemaat berduka, siap merangkul siapa saja yang terpinggirkan, serta konsisten menjadi teladan moral di tengah jemaat dan masyarakat luas.

Rabu, 14 Oktober 2026 mendatang, akan dikenang sebagai hari yang bersejarah bagi jemaat GKSBS Metro. Acara penahbisannya mungkin hanya berlangsung beberapa jam saja, namun tugas pengabdian yang sesungguhnya justru akan dimulai setelah itu. Semoga Pdt. Grasia Theo Osvaldo senantiasa diberi kekuatan untuk setia pada panggilannya, tahan menghadapi setiap tantangan, dan menjadi saluran berkat yang menghidupkan, baik di ladang pelayanan GKSBS Metro maupun bagi sesama. Selamat menempuh lembaran baru pelayanan.

Soli Deo Gloria!